Permohonan Dispensasi Nikah Wanita Belum Cukup Umur Di Pengadilan Agama

Pembagian Harta Gono Gini Setelah Perceraian
January 22, 2020
Proses Persidangan Cerai Gugat/ Cerai Talak Di Pengadilan Agama
January 24, 2020
Show all

Permohonan Dispensasi Nikah Wanita Belum Cukup Umur Di Pengadilan Agama

Pertanyaan:

Assalamualaikum

Saya ingin konsultasi, anak saya berusia 17 tahun ingin melangsungkan pernikahan dengan seorang laki-laki yang berusia 27 tahun akan tetapi Kantor Urusan Agama menolak untuk melangsungkan perkawinan  dengan alasan usia anak saya belum cukup umur, apa yang harus saya lakukan agar bisa menikahkan anak saya?

Jawaban:

Waalaikumussalam wr wb

Ketentuan hukum yang harus diperhatikan dalam mengajukan dispensasi menikah yakni antara calon isteri dan calon suaminya tidak ada halangan melakukan pernikahan sesuai Undang-Undang Nomor 1 tahun 1974 tentang Perkawinan dan Kompilasi Hukum Islam dan ketentuan hukum islam yang menjelaskan sebagai berikut:

Undang-Undang Nomor 1 tahun 1974

Berdasarkan pasal 8 menjelaskan Perkawinan dilarang antara dua orang yang:

  1. berhubungan darah dalan garis keturunan lurus ke bawah atau ke atas;
  2. berhubungan darah dalam garis keturunan menyamping yaitu antara saudara, antara seorang dengan seorang saudara orang tua dan antara seorang dengan saudara neneknya;
  3. berhubungan semenda, yaitu mertua, anak tiri, menantu dan ibu/bapak tiri;
  4. berhubungan susuan, anak susuan, saudara dan bibi/paman susuan;
  5. berhubungan saudara dengan isteri atau sebagai bibi atau kemenakan dari isteri, dalam hal seorang suami beristeri lebih dari seorang;
  6. yang mempunyai hubungan yang oleh agamanya atau praturan lain yang berlaku dilarang kawin.

Berdasarkan Pasal 9 menyatakan seorang  yang terikat perkawinan dengan orang lain tidak dapat kawin lagi kecuali Pengadilan memberi izin kepada seorang suami untuk beristeri lebih dari seorang

Kemudian berdasarkan Pasal 10 menjelaskan bahwa apabila suami dan istri yang telah cerai kawin lagi satu dengan yang lain dan bercerai lagi untuk kedua kalinya, maka diantara mereka tidak boleh dilangsungkan perkawinan lagi, sepanjang hukum, masing-masing agama dan kepercayaan itu dari yang bersangkutan tidak menentukan lain.

Kompilasi Hukum Islam

Berdasarkan pasal 39, dilarang melangsungkan perkawinan antara seorang pria dengan seorang wanita disebabkan karena

Pertalian nasab :

  1. dengan seorang wanita yang melahirkan atau yang menurunkannya atau keturunannya;
  2. dengan seorang wanita keturunan ayah atau ibu;
  3. dengan seorang wanita saudara yang melahirkannya

Pertalian kerabat semenda:

  1. dengan seorang wanita yang melahirkan isterinya atau bekas isterinya;
  2. dengan seorang wanita bekas isteri orang yang menurunkannya;
  3. dengan seorang wanita keturunan isteri atau bekas isterinya, kecuali putusnya hubungan perkawinan dengan bekas isterinya itu qobla al dukhul;
  4. dengan seorang wanita bekas isteri keturunannya

Pertalian sesusuan:

  1. dengan wanita yang menyusui dan seterusnya menurut garis lurus ke atas;
  2. dengan seorang wanita sesusuan dan seterusnya menurut garis lurus ke bawah;
  3. dengan seorang wanita saudara sesusuan, dan kemanakan sesusuan ke bawah;
  4. dengan seorang wanita bibi sesusuan dan nenek bibi sesusuan ke atas;
  5. dengan anak yang disusui oleh isterinya dan keturunannya.

Berdasarkan pasal 40 dilarang melangsungkan perkawinan antara seorang pria dengan seorang wanita karena keadaan tertentu:

  1. karena wanita yang bersangkutan masih terikat satu perkawinan dengan pria lain;
  2. seorang wanita yang masih berada dalam masa iddah dengan pria lain;
  3. seorang wanita yang tidak beragama islam

Berdasarkan pasal 42 menyatakan seorang pria dilarang melangsungkan perkawinan dengan seorang wanita apabila pria tersebut sedang mempunyai 4 (empat) orang isteri yang keempat-empatnya masih terikat tali perkawinan atau masih dalam iddah talak raj`i ataupun salah seorang diantara mereka masih terikat tali perkawinan sedang yang lainnya dalam masa iddah talak raj`i.

Berdasarkan pasal 43 menyatakan:

Dilarang melangsungkan perkawinan antara seorang pria:

  1. dengan seorang wanita bekas isterinya yang ditalak tiga kali;
  2. dengan seorang wanita bekas isterinya yang dili`an.

Larangan pada nomor 1 gugur, kalau bekas isteri tadi telah kawin dengan pria lain, kemudian perkawinan tersebut putus ba`da dukhul dan telah habis masa iddahnya.

Kemudian berdasarkan Pasal 44 menjelaskan bahwa seorang wanita Islam dilarang melangsungkan perkawinan dengan seorang pria yang tidak beragama Islam.

Kesimpulan

Terhadap permasalahan hukum tersebut maka sebagai orang tua calon mempelai wanita yang belum mencapai umur dapat mengajukan permohonan dispensasi nikah kepada Pengadilan Agama setelah mendapatkan penolakan dari Kantor Urusan Agama sebagaimana diatur dalam sebagaimana diatur pasal 7 ayat (2) Undang-Undang Nomor 16 tahun 2019 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan. Selain itu antara calon isteri dan calon suaminya tidak ada halangan melakukan pernikahan sesuai Undang-Undang Nomor 1 tahun 1974 tentang Perkawinan dan Kompilasi Hukum Islam dan ketentuan hukum islam seperti yang dijelaskan diatas.

Demikian penjelasan dari kami semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Call Now
Whatsapp