Pembatalan Ikrar Wakaf

Wasiat Harta Waris Kepada Istri Simpanan
January 18, 2020
Pembatalan Perkawinan Oleh Ayah Kandung
January 20, 2020
Show all

Pembatalan Ikrar Wakaf

Pertanyaan :

Assalamualaikum

Saya mau bertanya bagaimana ketentuan hukum mengenai Nazhir yang lalai dalam memanfaatkan harta benda wakaf dan tidak transparan dalam pengelolaan keuangan, padahal wakif telah mengikrarkan wakafnya kepada nazir berupa bangunan yang diperuntukan untuk kegiatan sosial ?

Jawaban :

Wa alaikumus salam Wr. Wb

Ketentuan hukum mengenai wakaf diatur dalam Undang-undang Nomor 41 Tahun 2004 Tentang Wakaf, Kompilasi Hukum Islam, Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 1977 tentang Perwakafan Tanah Milik, Undang-Undang  Nomor 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama yang telah ditambah dan diubah dengan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2006, dan perubahan kedua menjadi Undang Undang Nomor 50 tahun 2009.

Pengertian wakaf adalah perbuatan seseorang atau sekelompok orang (wakif) untuk memisahkan dan/atau menyerahkan sebagian harta benda miliknya untuk dimanfaatkan selamanya atau untuk jangka waktu tertentu sesuai dengan kepentingannya guna keperluan ibadah dan/atau kesejahteraan umum menurut syari’ah.

Wakaf dilaksanakan dengan memenuhi unsur wakaf sebagai berikut:

  1. Wakif,
  2. Nazhir,
  3. harta benda wakaf,
  4. Ikrar Wakaf,
  5. peruntukan harta benda wakaf,
  6. jangka waktu wakaf;

Undang-undang Nomor 41 Tahun 2004 Tentang Wakaf menjelaskan bahwa Wakif adalah pihak yang mewakafkan harta benda miliknya, Ikrar wakaf adalah pernyataan kehendak wakif yang diucapkan secara lisan dan/atau tulisan kepada nazhir untuk mewakafkan harta benda miliknya, dan Nazhir adalah pihak yang menerima harta benda wakaf dari Wakif untuk dikelola dan dikembangkan sesuai dengan peruntukannya;

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 1977 jo. Pasal 218 Kompilasi Hukum Islam, Pihak yang mewakafkan tanahnya harus mengikrarkan kehendaknya secara jelas dan tegas kepada Nadzir dihadapan Pejabat Pembuat Akta Ikrar Wakaf yang kemudian menuangkannya dalam bentuk Akta Ikrar Wakaf. Dengan disaksikan oleh sekurang-kurangnya 2 (dua) orang saksi.

Dalam mengelola dan mengembangkan harta benda wakaf, Nazhir diberhentikan dan diganti dengan Nazhir lain apabila Nazhir yang bersangkutan :

  1. meninggal dunia bagi Nazhir perseorangan;
  2. bubar atau dibubarkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku untuk Nazhir organisasi atau Nazhir badan hukum;
  3. atas permintaan sendiri;
  4. tidak melaksanakan tugasnya sebagai Nazhir dan/atau melanggar ketentuan larangan dalam pengelolaan dan pengembangan harta benda wakaf sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku;
  5. dijatuhi hukuman pidana oleh pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap;

Berdasarkan pasal 49 Undang-Undang  Nomor 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama yang telah ditambah dan diubah dengan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2006, dan perubahan kedua menjadi Undang Undang Nomor 50 tahun 2009, pembatalan ikrar wakaf merupakan kewenangan Pengadilan Agama.

Kesimpulan

Apabila nazhir terbukti tidak cakap dan lalai dalam memanfaatkan harta wakaf maka wakif dapat mengganti nazhir dengan cara mengajukan gugatan pembatalan ikrar wakaf ke Pengadilan Agama tempat tanah tersebut berada. Dengan demikian harta wakaf tersebut dapat segera dimanfaatkan sehingga wakif akan mendapatkan manfaat kebaikan dari harta wakaf.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Call Now
Whatsapp