Eks Dirut PT Garuda Indonesia Didakwa Menerima Suap Dan Pencucian Uang

MA : Mulai 2 Januari Seluruh Masyarakat Bisa Menggunakan e-Litigasi
December 27, 2019
Kini Persidangan Dilakukan Secara Online
December 27, 2019
Show all

Eks Dirut PT Garuda Indonesia Didakwa Menerima Suap Dan Pencucian Uang

Mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar menjalani sidang perdana pada hari Senin (30/12/2019) di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dengan agenda sidang pembacaan surat dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK.

Emirsyah Satar diduga melakukan tindak pidana sebagaimana didakwa dalam dakwaan Kesatu Pertama Pasal 12 huruf b Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 65 ayat (1) KUHP.

Atau dakwaan Kedua Pasal 11 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 65 ayat (1) KUHP.

Dan dakwaan Kedua Pasal 3 Undang-undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 65 ayat (1) KUHP.

JPU KPK menduga Terdakwa Emirsyah Satar melakukan tindak pidana menerima uang yang berasal dari penerimaan imbalan (fee) dari pengadaan pesawat dari pabrikan AIRBUS, ATR dan Bombardier dan mesin Rolls Royce Plc berikut program perawatannya untuk maskapai penerbangan PT Garuda Indonesia , padahal diketahui atau patut diduga bahwa imabalan (fee) tersebut diberikan sebagai akibat atau disebabkan karena telah melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatannya yang bertentangan dengan kewajiban selaku Direktur Utama PT Garuda Indonesia (persero) Tbk Periode Tahun 2004 sampai dengan 2014. Selanjutnya terhadap uang tersebut, Terdakwa dengan tujuan menyembunyikan atau menyamarkan asal-usul harta kekayaannya yang diketahui atau patut di duga berasal dari tindak pidana korupsi.

Terhadap dakwaan tersebut Penasihat Hukum Terdakwa Emirsyah Satar mengatakan secara formil dakwaan sudah tepat namun secara materil tidak akurat sehingga tidak mengajukan eksepsi dan sidang dilanjutkan dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi pada tanggal 9 Januari 2020.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Call Now
Whatsapp